Senin, 06 April 2020

KEPRAMUKAAN, SEJARAH, DAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

KEPRAMUKAAN, SEJARAH, DAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

A.    PENDAHULUAN
Selama ini istilah Gerakan Pramuka, Pendidikan Pramuka dan Pramuka, digunakan secara rancu. Seiring perkembangan zaman istilah tersebut menjadi dilupakan arti sesungguhnya dan salah ditafsirkan oleh banyak orang.
Gerakan pramuka, adalah organisasi pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang menggunakan Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan dan Metode Pendidikan kepramukaan.
Pendidikan Kepramukaan, adalah nama kegiatan anggota Gerakan pramuka
Pramuka adalah anggota Gerakan Pramuka yang terdiri dari anggota muda yaitu peserta didik Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa yaitu Pembina Pramuka, pembantu Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka dan Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Andalan, Pembantu Andalan, Anggota Mabi, Staf Karyawan Kwartir.

                         B.      MATERI
1.      Pendidikan Kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Dasar Pendidikan Kepramukaan dan metode Pendidikan Kepramukaan.
2.     Kegiatan Pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan di alam terbuka (outdoor activity) yang mengandung dua nilai, yaitu :
a.    Nilai formal yaitu pembentukan watak (character building)
b.    Nilai materiil yaitu nilai kegunaan praktisnya.
3.         Pendidikan Kepramukaan berfungsi sebagai:
a.  Permainan (game) yang menarik, menyenangkan dan menantang serta mengandung pendidikan bagi peserta didik
b.     Pengabdian bagi anggota dewasa
c.     Alat pembinaan dan pengembangan generasi muda bagi masyarakat.
4.         Sifat Pendidikan Kepramukaan
a.    Terbuka : dapat didirikan di seluruh Indonesia dan diikuti oleh Warga Negara Indonesia tanpa membedakan suku, ras, dan agama.
b.  Universal : tidak terlepas dari idealisme Prinsip Dasar dan metode Pendidikan Kepramukaan sedunia.
c.     Sukarela : tidak ada unsur paksaan, kewajiban dan keharusan untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka
d.     Patuh dan taat terhadap semua peraturan dan perundang-undangan di negara Kesatuan Republik Indonesia
e.       Non Politik :
1)     Bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu kekuatan organisasi sosial politik.
2)     Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikutserta dalan kegiatan politik praktis.
3)    Secara pribadi anggota Gerakan Pramuka dapat menjadi anggota organisasi kekuatan sosial politik

5.  Kegiatan Pendidikan Kepramukaan wajib memperhatikan 3(tiga) pilar Pendidikan Kepramukaan :
a.         Modern : selalu mengikuti perkembangan
b.        Asas manfaat : kegiatan yang memperhatikan manfaatnya bagi peserta didik
c.         Asas taat pada kode kehormatan, sehingga dapat mengembangkan watak/karakternya.
6.       Dalam kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu terjalin 5 (lima) unsur terpadu, yaitu:
a.         Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan
b.        Metode Pendidikan Kepramukaan
c.         Kode Kehormatan Pramuka
d.        Motto Gerakan Pramuka
e.         Kiasan Dasar Kepramukaan

Sumber:
Anggadiredja, Jok, dkk.2011. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Jakarta: Kwatir Nasional Gerakan Pramuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar